27/07/2021

Ketua BEM ULB Ferry Setiawan Dilantik Sebagai Bendahara BEM Nusantara

 

Labuhanbatu, 21 Juni 2021

Berdasarkan kutipan dari media online Suluh Sumatera,  Koordinator Pusat BEM Nusantara, Dimas Prayoga mengukuhkan kepengurusan BEM Nusantara Daerah Sumatera Utara (Sumut) periode 2021/2022  di Gedung Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Sumut Medan, Sabtu (19/6/2021). Sejumlah pengurus yang dilantik antara lain, Koordinator Daerah M. Yusuf Elpa Sagala (Universitas Muslim Nusantara), Seketaris Daerah Khairul Azmi Sinaga (Universitas Al Washliyah Medan), Bendahara Daerah Ferry Setiawan (Universitas Labuhan Batu, Koordinator Bidang Isu Daerah Riza Ansyari  (STAI JM Langkat), Koordinator Bidang Advokasi dan Gerakan Muhamad Kurniawan (IAIDU Asahan), dan Bidang Media Khairun Nizam (STIT Batubara).

Bendahara BEM Nusantara Daerah Sumut, Ferry Setiawan mengatakan, pelantikan tersebut berdasarkan SK Pengurus Pusat No. 001/A/BEMNUS/VI/2021, yang ditetapkan di DKI Jakarta, pada 19 Juni 2021. SK tersebut kata dia, ditandatangani oleh Koordinator Pusat, Dimas Prayoga dan Seketaris Pusat, Ridho Alamsyah serta distempel. “Pengukuhan pengurus BEM Nusantara Daerah Sumatera Utara ini  juga diisi dengan dialog publik yang menghadirkan pemateri yakni, Muhammad Bobby Afif Nasution, SE, MM (Walikota Medan), Samsir Pohan (Ketua DPD KNPI Sumut), Dimas Prayoga (Koordinator Pusat Bemnus),” ungkapnya.

Kegiatan tersebut lanjut dia, mengangkat tema “Peran Mahasiswa dalam Menjaga Stabilitas Ekonomi dan Ketahanan Pangan serta Kondusifitas Sosial di Tengah Pandemi Covid-19”.

Walikota Medan, Bobby Nasution pada kegiatan itu mengatakan, untuk penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi harus menyelaraskan antara gas dan rem.  Artinya, dilakukan formulasi dan langkah untuk mencegah peningkatan angka Covid-19, namun upaya pemulihan ekonomi juga harus tetap berjalan sesuai aturan dan mengikuti protokol kesehatan.

 Bobby pun mengajak para mahasiswa untuk ikut berkolaborasi dan berkontribusi membantu pemerintah memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Medan.  Sebab, lanjut Bobby, pandemi Covid-19 tidak hanya memukul sektor kesehatan saja, tapi berdampak pada perekonomian. Bobby menegaskan, penerapan Prokes dan stimulus ekonomi berjalan berdampingan, agar masyarakat Kota Medan dapat benar-benar bangkit dari pandemi Covid-19. “Sudah hampir dua tahun kita dilanda pandemi Covid-19 dan semua sektor kehidupan terganggu. Tidak hanya kesehatan, tapi juga perekonomian. Kondisi ini tentunya juga akan berdampak pada kondisi sosial masyarakat. Untuk itu, kami mengajak kawan-kawan mahasiswa untuk membantu Pemko Medan sebagai pembuat kebijakan untuk sama-sama berbuat bagi masyarakat sehingga stabilitas dan kondusifitas tetap terjaga,” kata Bobby. Sebagai contoh, lanjut Bobby, Pemko Medan membuat kebijakan isolasi lingkungan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Meski demikian, pemerintah tetap menstimulus kebutuhan masyarakat selama diisolasi.

“Ini adalah salah satu langkah kita untuk memutus penyebaran Covid-19. Tapi, secara sosial masyarakat merasa tidak nyaman. Karena apa? Karena aktivitas ekonominya dibatasi. Maka, hal mendasar seperti ini lah yang kami minta kepada pelaku usaha, agar dalam menjalankan usahanya tetap patuh dan taat pada prokes. Jika kesinambungan ini terjaga dengan baik, kita yakin, kesehatan dan pemulihan ekonomi berjalan seimbang,” timpalnya. Selain itu, untuk menggairahkan kembali perekonomian di Kota Medan, jelas Bobby Nasution, Pemko fokus melakukan pembinaan, pendampingan, dan mewadahi pelaku UMKM. Bahkan, Pemko Medan harus menjadi pasar bagi UMKM tersebut. “Saya sudah minta kepada seluruh jajaran hingga di tingkat kelurahan, jika ada kegiatan di wilayah masing-masing, maka belanja makan minumnya diambil dari UMKM yang ada wilayah tersebut. Ini salah satu cara kita, agar UMKM bisa naik kelas,” terangnya.

Sementara itu, Ketua DPD KNPI Sumut, Samsir Pohan mengingatkan mahasiswa tidak sekadar “mengangkat toa”!di jalanan menyuarakan perubahan. Lebih dari itu kata dia, mahasiswa mestilah menjadi pelaku perubahan. Mahasiawa musti menginspirasi, menjadi pionir, dan terjun langsung mengambil peran konkret. Pada 28 Mei 2020 lalu, Organisasi Buruh Internasional (ILO) menyatakan satu dari enam kaum muda berhenti bekerja akibat merebaknya pandemi Virus Corona. Karenanya, Samsir menyerukan diambilnya kebijakan besar untuk mendukung kaum muda, termasuk program yang memastikan lapangan kerja/pelatihan yang luas di negara-negara berkembang serta di negara dengan pendapatan ekonomi rendah dan menengah.

Sementara Koordinator Pusat BEM Nusantara, Dimas Prayoga mengatakan, dirinya yakin dengan adanya UMKM upaya pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19 dapat segera terwujud.”Dengan penguatan ekonomi berbasis UMKM kami optimis Indonesia akan segera bangkit dari situasi sulit ini,” pungkasnya.

Tidak hanya itu, Dimas juga meminta pemerintah untuk lebih berhati-hati dalam mengambil kebijakan dimasa sulit seperti ini. Turut hadir dalam kesempatan tersebut unsur Forkopimda Sumut atau yang mewakili, sejumlah pimpinan organisasi kemahasiswaan di Sumut, dan pimpinan OPD Lingkungan Pemko Medan. (*/sya)