09/05/2021

Tax Centre ULB Selenggarakan Kuliah Umum, Tema “Pajak Dari Sisi Fiskus”

Labuhanbatu, Januari , 14-2021

Bertempat auditorium Universitas Labuhanbatu dilaksanakannya kuliah umum yang diselenggarakan oleh Tax Centre Universitas Labuhanbatu dengan mengangkat tema’ Pajak Dari Sisi Fiskus), acara tersebut dilaksanakan pada tanggal 14 Januari 2021, pukul : 13:30 wib s/d 16:00 wib.

Adapun yang menjadi narasumber dalam acara kuliah umum tersebut yaitu Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KPP) Rantauprapat Bapak Arum Sumengkar, S.ST.,Ak.,M.C, dan sebagai moderator yaitu Ibu Siti Lam’ah Nasution, SH.,MM (Ketua Tex entere Universitas Labuhanbatu) yang merupakan Dosen tetap Fakultas Ekonomi dan Bisnis, dalam pelaksanaan kuliah umum tersebut di ikuti oleh mahasiswa/i semester 5 (lima) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Acara tersebut di hadiri Rektor Universitas Labuhanbatu Bapak Ade P. Nasution, SE.,M.Si.,Ph.D , Kaprodi Manajemen, Bapak Abdul Halim, SE., M.Si. dan Bapak/Ibu Dosen FEB Universitas Labuhanbatu.

Dalam penyampaiannya Bapak Arum Sumengkar menyebutkan Mungkin, bagi sebagian anggota masyarakat pajak merupakan hal yang eksentrik, baik di Indonesia maupun di dunia. Pajak selalu menimbulkan perdebatan mengenai ketentuannya, mulai dari tarif hingga pemungutannya. Di satu sisi, menyusahkan banyak orang, namun di sisi lain, menjadi penyelamat hidup banyak orang pula.

Fiskus atau otoritas pajak pada dasarnya bekerja sebagai penolong masyarakat untuk menjalankan undang-undang yang memang di sepakati sendiri oleh masyarakat. Oleh sebab itu pajak terbukti dalam keabsahan pemungutannya.

Menurut formasi penerimaan pajak di APBN, pajak terbesar di peroleh dari Pajak Penghasilan (PPh). Sudah jelas kalua PPh adalah kontributor terbesar untuk penerimaan pajak, karena setiap wajib pajak selalu mencari tambahan kemampuan ekonomis. PPh pun tidak menggunakan satu sistem tarif, namun menggunakan beberapa sistem tarif seperti tarif progresif dan tarif tetap.

Tarif tetap untuk PPh atau PPh Final menjadi hal yang menarik untuk di bahas. Pengenaan PPh Final adalah penghasilan yang diterima atau diperoleh akan dikenakan PPh dengan tarif tertentu, dan dasar pengenaan pajak tertentu pada saat penghasilan tersebut di terima atau di peroleh. PPh yang di kenakan, baik yang dipotong pihak lain maupun yang di setor sendiri, bukan merupakan pembayaran di muka atas PPh terutang, tetapi sudah langsung melunasi PPh terutang untuk penghasilan tersebut.

Maka dari itu, penghasilan yang dikenakan PPh Final ini tidak akan di hitung lagi PPh nya di SPT Tahunan untuk dikenakan tarif umum bersama-sama dengan penghasilan lainnya. Begitu juga, PPh yang sudah di potong atau di bayar tersebut juga bukan merupakan kredit pajak di SPT Tahunan

Bukan hanya pada sistem pemungutan yang berbeda dengan apa yang diberlakukan, namun juga kepastian hukumnya. ungkapnya

Kepastian hukum menandakan tindakan atau jawaban secara normatif bukan informatif ataupun sosiologis. PPh Final memiliki kepastian hukum yang tidak sejalan dengan tarif umum. Artinya, tarif umum menjamin bahwa setiap tambahan kemampuan ekonomis dikenai pajak dan dihitung secara progresif jika si pemilik penghasilan mempunyai penghasilan di atas PTKP. Setelah usai pemaparan oleh narasumber oleh moderator Ibu Siti Lam’ah memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk bertanya’ setelah diadakan tanya jawab acara di tutup oleh moderator dan dilanjut dengan foto bersama.

Mudah-mudahan kuliah umum ini dapat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan khususnya bagi mahasiswa/i Fakultas Ekonomi dan BIsnis (FEB) Universitas Labuahnabatu.”Ak.